Pusat Studi Aromaterapi bersama Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah menyelenggarakan Perfume Creative Space & Workshop 2022 yang menghadirkan trainer parfum internasional untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam bidang peracikan parfum berbasis ilmu aromaterapi.
Padang – Universitas Baiturrahmah melalui Pusat Studi Aromaterapi bekerja sama dengan Program Studi Farmasi Klinis menyelenggarakan kegiatan Perfume Creative Space & Workshop 2022 pada tanggal 19–20 September 2022 di Laboratorium Biopharmaceutical Universitas Baiturrahmah. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan kapasitas masyarakat dan hilirisasi ilmu pengetahuan di bidang aromaterapi, farmasi, serta industri kreatif berbasis bahan alam.
Workshop menghadirkan trainer parfum internasional, William Sicher Wijaya, yang memberikan pelatihan intensif kepada 20 peserta. Untuk memastikan proses pembelajaran berjalan efektif, peserta dibagi menjadi dua kelompok yang mengikuti pelatihan secara bergantian selama dua hari. Metode pelatihan yang digunakan memadukan penyampaian teori, demonstrasi, serta praktik langsung sehingga peserta dapat memahami konsep sekaligus mengaplikasikan ilmu yang diperoleh.
Kepala Pusat Studi Aromaterapi Universitas Baiturrahmah, Prof. Dr. apt. Amri Bakhtiar, M.S., DESS, yang juga bertindak sebagai keynote speaker, menyampaikan materi mengenai aromaterapi, karakteristik minyak atsiri, serta pemanfaatannya dalam pengembangan berbagai produk kesehatan dan kecantikan. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa perkembangan industri parfum dan aromaterapi saat ini membuka peluang yang sangat luas bagi masyarakat maupun akademisi untuk menghasilkan produk inovatif yang memiliki nilai tambah.
Menurut Prof. Amri Bakhtiar, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai dunia parfum, mulai dari pengenalan bahan baku, teknik pencampuran aroma, hingga proses formulasi yang menghasilkan produk dengan karakteristik tertentu. Peserta workshop berasal dari berbagai latar belakang profesi dan pendidikan yang memiliki ketertarikan terhadap seni maupun ilmu dalam pembuatan parfum.
Selama pelatihan, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis aroma yang umum digunakan dalam industri parfum, termasuk kelompok aroma floral, citrus, woody, oriental, dan herbal. Peserta juga mempelajari konsep top notes, middle notes, dan base notes yang menjadi dasar dalam penyusunan komposisi parfum. Melalui sesi praktik, peserta diberikan kesempatan untuk mengidentifikasi karakteristik setiap aroma dan mengombinasikannya menjadi formulasi parfum sesuai preferensi masing-masing.
Tidak hanya berfokus pada aspek teknis peracikan parfum, workshop ini juga memberikan wawasan mengenai sejarah perkembangan parfum dari masa ke masa, tren industri parfum global, serta peluang usaha yang dapat dikembangkan dari produk parfum dan aromaterapi. Dengan demikian, peserta memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai aspek ilmiah, kreatif, dan bisnis yang saling berkaitan dalam industri tersebut.
Ketua Program Studi Farmasi Klinis Universitas Baiturrahmah, apt. Eka Desnita, S.Farm., M.Farm., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mentransfer ilmu pengetahuan yang aplikatif kepada masyarakat. Selain belajar meracik parfum secara langsung, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai nomenklatur bahan-bahan parfum, karakteristik bahan alam, serta prinsip keamanan dan kualitas produk yang perlu diperhatikan dalam proses formulasi.
Beliau menambahkan bahwa penguasaan pengetahuan mengenai parfum dan aromaterapi memiliki prospek yang menjanjikan, baik sebagai kompetensi tambahan maupun sebagai peluang pengembangan usaha berbasis kreativitas dan inovasi. Oleh karena itu, kegiatan semacam ini diharapkan dapat mendorong lahirnya produk-produk baru yang memanfaatkan kekayaan sumber daya alam Indonesia sebagai bahan baku utama.
Pelaksanaan Perfume Creative Space & Workshop 2022 juga menjadi wujud nyata sinergi antara pusat studi dan program studi dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen Universitas Baiturrahmah dalam mengembangkan ekosistem inovasi yang mampu menghubungkan hasil kajian akademik dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
Melalui kegiatan ini, Universitas Baiturrahmah berharap dapat terus berperan aktif dalam pengembangan ilmu aromaterapi dan farmasi klinis, serta menjadi pusat pengembangan inovasi berbasis bahan alam yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal bagi peserta untuk terus mengembangkan kreativitas, kompetensi, dan peluang usaha di bidang parfum dan aromaterapi yang semakin berkembang di Indonesia.
Sumber: Tim Media Universitas Baiturrahmah melalui akun Instagram @infounbrah, publikasi kegiatan Perfume Creative Space & Workshop 2022, September 2022.
Galeri Foto